Skip to main content

terima apa adanya


"Terima apa adanya."

Secara pecrsonal saya kurang setuju ama kata kata itu. Kenapa? Karena kadang kata terima apa adanya dijadikan pembenaran untuk menutupi kemalasan diri untuk menjadi lebih baik. Oke ini untuk hal-hal yang konteksnya sesuatu yang masih bisa di ubah ya. Bukan hal hal yang berbau kodrawi. Itu mah ya mau gimana lagi.

Menjadi lebih baik bukan berarti kita harus menjadi orang lain. Tapi apa salahnya memperbaiki diri menjadi lebih baik?

Kalimat "terima gue apa adanya" hanya untuk orang yang tidak mau memg upgrade dirinya.

Contoh:
Seorang perempuan yang suka marah-marah, gampang rungsing dan emotional tidak bisa menggunakan kalimat "terima gue apa adanya!" ke pasangannya ketika pasangannya meminta dia untuk berubah.

seorang lelaki malas bekerja yang menggunakan kalimat "terima gue apa adanya!" kepada istri yang memberikan list pembayaran sekolah anak adalah sebuah tanda kepesimistisan akan kemampuan diri.

Terkadang terselip kesan selfish dibalik kata terima apa adanya. Jangan malas meng upgrade diri. Menyenangkan pasangan itu menyenangkan. :)

Hilangkan kata" terima gue apa adanya" dengan" nih gue beri diri gue yang terbaik buat lu" haha

Mailida, July 2013

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Tora, Mieke, dan Perselingkuhan

“ In love and war, everything is legal” Quote diatas di ucapin sama Dedy Cobuzier di akhir acara talk show hitam putih. Bintang tamu saat itu Tora Sudiro dan Mieke Amalia, mereka ngebawa anak bayi nya yang dinamain Jenaka. Mukanya lebih mirip mieke sih menurut gue. Hehe. Bahasan obrolan mereka yang terakhir mengacu pada issue perselingkuhan mereka jaman dulu. Yang saya tangkep, mereka gak menyangkal issue tersebut. Gak kaya artis lain yang melakukan beribu pembenaran dengan bilang “Kita gak ada apa-apa ko” atau “Dia cuma temen doang” atau “No comment” taunya? Beneran! Tapi mereka secara implisit mengakui: yes, we did. So? **** Di tengah talkshow tersebut, dedy tanya ke Tora. Menurut kamu, mieke itu apa? “ Perempuan” kata Tora dengan gaya nya yang gak pernah serius. Dedy menampakan muka datar dan menunggu jawaban yang sebenarnya. Tora belum menjawab. Kamera mulai zoom in ke wajahnya selama beberapa detik. “ Nungguin ya lo semua?” Ucap nya lagi sambil tertawa...

Trip to Ujung Genteng

Tanggal 25, 26, 27 Januari kemaren, saya dan segerombolan anak kelas beserta beberapa pacar-pacar nya liburan ke Ujung Genteng. Asik bangeeettt!!!! \:D/ Whoaa akhirnyaaa kita berangkat juga. Kalau inget perjuangan H-3 sebelum keberangkatan, beuuh jangar. Migren kepala guee. Emang bener nih kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Sebelum keberangkatan, adaaa aja hambatannya. Mulai dari mobil yang kurang, kuota overload, gak nemu penginapan murah, nyampe kekhawatiran tentang cuaca yang lagi gak baguus. Perjalanan ke ujung genteng ini cuma ngabisin duit 115.000 per orang loh. Murah tapi bukan trip murahan. Haha. Jadi sebelum berangkat, saya kumpulin iuran wajib kami sebesar 115.000 per orang. Jadi buat pembayaran bensin, makan, dan penginapan, tinggal ambil dari uang kas yang disimpin di saya. Kita berangkat dengan 3 mobil. Mobil ijal, mobil ranti, dan mobil adri. Yang ikut ada 23 orang (saya,ranti,suhe, ica,oci, adi,adri,awal,opik,janu,ita,ijal,puji,ham...

Mengatur Belanja Seminggu

Selama saya menikah, pengeluaran yang gak kekontrol itu pengeluaran makan. Awalnya, sebelum bikin meal preparation setiap minggunya, yang saya lakukan adalah belanja ke pasar setiap hari pulang kantor ((( setiap hari )))).  Dan itu boros banget. Mana sisa makanan pada kebuang karena busuk. Belum lagi sayur yang gampang layu dan gak bisa diolah. Yah.....namanya juga learning by doing ya. Akhirnya saya nemu cara belanja yang jauh lebih efektif, efisien, dan ekonomis. Namanya meal preparation . Dilakukan seminggu sekali dan disimpan dengan baik ke dalam storage box. Sekarang jadwal wajib saya setiap minggu pagi adalah ke pasar tradisional atau pasar modern diantar abang. Beli sayur dan lauk untuk keperluan seminggu ke depan. Dan tau gak sih, ternyata kalau kita well planned, pengeluaran makanan bisa sangat efisien. Manfaat yang saya dapet itu,  Bahan makanan pas habis dalam seminggu hampir tanpa sisa yang kebuang Hemat waktu dan hemat energi Pengeluaran makan gak bor...