Skip to main content

Mbah Dasih dan Mbah Rusmi-Riwayat Mu Kini

Aku adalah Mbah Dasih

Umurku mungkin tiga kali lipat umur mu

Tapi aku masih bersemangat

Tidak seperti dirimu yang umur nya sepertiga umur ku tapi selalu loyo

Pagi-pagi aku bangun jam empat subuh bergegas naik beca untuk berjualan nasi liwet

Apa yang kau lakukan jam empat subuh,anak muda? Aku yakin kau masih tidur

Aku adalah nenek tua yang selalu gembira apapun keadaan ku

Cucuku, masalah semacam apa yang kau sedihkan? Aku saja selalu bahagia

Tidak kah kau malu?

Aku adalah Mbah Rusmi

Aku si pemecah batu dari desa

Setiap hari aku bekerja seperti ini, memecah mecah batu

Tangan ku begitu jelek, tak ada waktu untuk mengurus diri

Aku yakin jika kalian menjadi aku pasti tak mau

Karena nanti kuku kuku cantik mu rusak

Aku lah nenek tua si pemecah batu

Menyebrangi sungai melewati lembah

Hanya untuk mengumpulkan batu

Kau tau ini semua demi apa?

Hanya demi bisa makan nasi dengan ikan asin

Hehe

Inspired by Kick Andy

23 Juli 2010

Comments

Popular posts from this blog

Tora, Mieke, dan Perselingkuhan

“ In love and war, everything is legal” Quote diatas di ucapin sama Dedy Cobuzier di akhir acara talk show hitam putih. Bintang tamu saat itu Tora Sudiro dan Mieke Amalia, mereka ngebawa anak bayi nya yang dinamain Jenaka. Mukanya lebih mirip mieke sih menurut gue. Hehe. Bahasan obrolan mereka yang terakhir mengacu pada issue perselingkuhan mereka jaman dulu. Yang saya tangkep, mereka gak menyangkal issue tersebut. Gak kaya artis lain yang melakukan beribu pembenaran dengan bilang “Kita gak ada apa-apa ko” atau “Dia cuma temen doang” atau “No comment” taunya? Beneran! Tapi mereka secara implisit mengakui: yes, we did. So? **** Di tengah talkshow tersebut, dedy tanya ke Tora. Menurut kamu, mieke itu apa? “ Perempuan” kata Tora dengan gaya nya yang gak pernah serius. Dedy menampakan muka datar dan menunggu jawaban yang sebenarnya. Tora belum menjawab. Kamera mulai zoom in ke wajahnya selama beberapa detik. “ Nungguin ya lo semua?” Ucap nya lagi sambil tertawa...

Trip to Ujung Genteng

Tanggal 25, 26, 27 Januari kemaren, saya dan segerombolan anak kelas beserta beberapa pacar-pacar nya liburan ke Ujung Genteng. Asik bangeeettt!!!! \:D/ Whoaa akhirnyaaa kita berangkat juga. Kalau inget perjuangan H-3 sebelum keberangkatan, beuuh jangar. Migren kepala guee. Emang bener nih kata pepatah, bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Sebelum keberangkatan, adaaa aja hambatannya. Mulai dari mobil yang kurang, kuota overload, gak nemu penginapan murah, nyampe kekhawatiran tentang cuaca yang lagi gak baguus. Perjalanan ke ujung genteng ini cuma ngabisin duit 115.000 per orang loh. Murah tapi bukan trip murahan. Haha. Jadi sebelum berangkat, saya kumpulin iuran wajib kami sebesar 115.000 per orang. Jadi buat pembayaran bensin, makan, dan penginapan, tinggal ambil dari uang kas yang disimpin di saya. Kita berangkat dengan 3 mobil. Mobil ijal, mobil ranti, dan mobil adri. Yang ikut ada 23 orang (saya,ranti,suhe, ica,oci, adi,adri,awal,opik,janu,ita,ijal,puji,ham...

Mengatur Belanja Seminggu

Selama saya menikah, pengeluaran yang gak kekontrol itu pengeluaran makan. Awalnya, sebelum bikin meal preparation setiap minggunya, yang saya lakukan adalah belanja ke pasar setiap hari pulang kantor ((( setiap hari )))).  Dan itu boros banget. Mana sisa makanan pada kebuang karena busuk. Belum lagi sayur yang gampang layu dan gak bisa diolah. Yah.....namanya juga learning by doing ya. Akhirnya saya nemu cara belanja yang jauh lebih efektif, efisien, dan ekonomis. Namanya meal preparation . Dilakukan seminggu sekali dan disimpan dengan baik ke dalam storage box. Sekarang jadwal wajib saya setiap minggu pagi adalah ke pasar tradisional atau pasar modern diantar abang. Beli sayur dan lauk untuk keperluan seminggu ke depan. Dan tau gak sih, ternyata kalau kita well planned, pengeluaran makanan bisa sangat efisien. Manfaat yang saya dapet itu,  Bahan makanan pas habis dalam seminggu hampir tanpa sisa yang kebuang Hemat waktu dan hemat energi Pengeluaran makan gak bor...