Kenapa kita harus menjadi seseorang yang takut akan “apa kata orang” . Kadang-kadang menutup kuping untuk tidak menanggapi “apa kata orang” juga bisa dibenarkan. Jika kita selalu berperilaku atas “apa kata orang” hanya akan menjadikan diri kita seperti daun kering yang hanyut di sungai. Yang terombang ambing ke suatu tempat yang kita sendiri tidak tau kemana. Untuk melakukan sesuatu menjadi tidak yakin, karena takut “apa kata orang” adalah hal yang jelek. Lalu kita merubah prinsip kita sendiri agar “apa kata orang” menjadi baik. Padahal kita sendiri tidak nyaman. Kita punya alasan sendiri kenapa begini dan kenapa begitu. Lupakan “apa kata orang”, mereka bukan kamu dan kamu bukan mereka.
Halo! Sudah 7 tahun semenjak tulisan terakhir di blog ini. Selama 7 tahun ini sudah banyak yang terjadi. Goodness, Badness. Shitty day, Lovely day. Sudah banyak anggota baru di keluarga ini. Let me introduce my gang. Finally i got 2 daughters! Can you believe that? Masih ingat gak kalau dulu aku bikin A letter for my future daughter. It happened! This is it, love of my life Maryam Bashira Siregar Durra Aisyah Siregar Maryam adalah anak pertama ku, she is the center of our universe. Dia baru datang di tahun 2021, 7 tahun aku tunggu. Umur nya sekarang 4 tahun! Anak yg though but lovely. Pikirannya kritis, keras, tapi di sisi lain dia anak yang penyayang. Kalian pernah bayangkan ada anak perempuan yang hobi nya main sepeda, loncat kesana kemari, senang membaca buku, bermain games, mahir merancang bangun sesuatu dari semua benda apapun disekitar nya, she loves ice cream so much like there is no tomorrow. Nah itu lah dia, kaka maryam. Durra, hmmmm my second born. Entah kenapa set...
Comments
Post a Comment