Kenapa kita harus menjadi seseorang yang takut akan “apa kata orang” . Kadang-kadang menutup kuping untuk tidak menanggapi “apa kata orang” juga bisa dibenarkan. Jika kita selalu berperilaku atas “apa kata orang” hanya akan menjadikan diri kita seperti daun kering yang hanyut di sungai. Yang terombang ambing ke suatu tempat yang kita sendiri tidak tau kemana. Untuk melakukan sesuatu menjadi tidak yakin, karena takut “apa kata orang” adalah hal yang jelek. Lalu kita merubah prinsip kita sendiri agar “apa kata orang” menjadi baik. Padahal kita sendiri tidak nyaman. Kita punya alasan sendiri kenapa begini dan kenapa begitu. Lupakan “apa kata orang”, mereka bukan kamu dan kamu bukan mereka.
“ In love and war, everything is legal” Quote diatas di ucapin sama Dedy Cobuzier di akhir acara talk show hitam putih. Bintang tamu saat itu Tora Sudiro dan Mieke Amalia, mereka ngebawa anak bayi nya yang dinamain Jenaka. Mukanya lebih mirip mieke sih menurut gue. Hehe. Bahasan obrolan mereka yang terakhir mengacu pada issue perselingkuhan mereka jaman dulu. Yang saya tangkep, mereka gak menyangkal issue tersebut. Gak kaya artis lain yang melakukan beribu pembenaran dengan bilang “Kita gak ada apa-apa ko” atau “Dia cuma temen doang” atau “No comment” taunya? Beneran! Tapi mereka secara implisit mengakui: yes, we did. So? **** Di tengah talkshow tersebut, dedy tanya ke Tora. Menurut kamu, mieke itu apa? “ Perempuan” kata Tora dengan gaya nya yang gak pernah serius. Dedy menampakan muka datar dan menunggu jawaban yang sebenarnya. Tora belum menjawab. Kamera mulai zoom in ke wajahnya selama beberapa detik. “ Nungguin ya lo semua?” Ucap nya lagi sambil tertawa...
Comments
Post a Comment