Skip to main content

Posts

Home is where the heart is.

Twitter yang tidak di lock bagaikan sebuah rumah tanpa jendela yang membiarkan siapapun untuk masuk. Sang tuan rumah tak pernah tau siapa yang sedang menguntitnya. Menelusup dan mengamati setiap aktivitasnya. Being kepo is like memasuki rumah seseorang dengan menggunakan jubah menghilang harry potter dimana sang kepoers mengamati setiap aktivitas yang dilakukan korban kepo tanpa diketahui. Gak berlebihan kalau saya menggambarkan twitter itu seperti rumah yang didalamnya ada aktivitas sehari-hari, emosi, sarapan pagi, percintaan pasangan, kegiatan pagi, penatnya siang, terjaganya malam, agama, hingga bincang keluarga. "Beteee!"              "Makan bubur di Pak Ujo enak nih"                                      "I love you #nomention"                               ...

It's 5 o'clock, dude!

Wake up! Sudah berapa pagi yang kalian lewatkan ?

Unessential Pictures

Jumat yang lalu saya pergi ke daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Karena anti mainstream (naon), gambar yang diambil bukan pemandangan atau wisata alamnya. Tapi gambar-gambar gak penting yang bikin saya gak mati bosan di jalan. Ha ha. Karena foto diambil sambil jalan, jadinya yang ketangkep cuma beberapa doang. #Fail. Padahal banyak hal-hal gak penting yang layak diabadikan. Layak versi saya Hahaha. 1. Guess what!? Coba lihat lingkaran merah itu. Lebih dekat.... Semakin dekat... Aku tak mau jikalau aku di madu. Aw. Aw. Let me guess, Kartu ID Banci ? 2. Amateur Optical illusion Horse in the sky. Y  U NO EAT GRASS INSTEAD CLOUD? 3. Trek Motor   Saya pasti mau naik motor kalau.... Jalanannya kaya gini. Dan sesepi ini.  Deal Hahaha segitu aja dulu ya. Nanti saya cari unessential pictures lainnya. The Ga Ada Gawe. Mailida,August 2012

#TheBook Chapter 1

#1 Ku pejamkan mata sebentar, lalu dia sudah berada di depan ku….. Selalu. “ GASTA !!?? ” Sadira menoleh kearah depan pintu. Dua lonceng diatas pintu saling bergemerincing bergantian tertiup angin. Seakan menyambut kedatangan Gasta yang kini sedang berdiri menyilangkan tangan sembari menyenderkan kepalanya menatap Sadira. Ups . Dia tak sadar teriakannya cukup mengganggu para pengunjung yang datang. Sadira lupa ini kedai buku. Kini semua orang mengarahkan mata kepadanya lalu berlanjut mencari sosok lelaki yang Sadira teriaki. Mereka melakukannya serempak. Kompak sekali. Tatapan tajam di balik para kacamata membuatnya menunduk memalingkan muka karena malu. Oke baiklah,  bisakah kalian berhenti mengintimidasi ku dengan tatapan menyebalkan seperti itu? Katanya bergumam dalam hati. Gasta hanya menggeleng sambil tersenyum seakan memaklumi kelakuannya. Dia berjalan melewati Sadira yang berlumuran debu karena membersihkan lemari buku. Tak dihiraukannya, dia langsung saja ...

#coolthing

Perfume that smells like new books

Cerpen - Women brain

Gue gak ngerti kenapa rasa cemas ini selalu berlebihan. Sesek napas. Asam lambung gue naik. Kepala rasanya berat. Hidup gue jadi sentimentil. Gue takut. Jangan-jangan dia... Arrgh perut gue! Sambil menahan perutnya yang perih, Pura kembali menyusuri jalanan kota Jakarta dengan otot kepala yang mengeras. Dia berpikir. Dia berspekulasi. Dia berasumsi. Air matanya menetes tanpa sebab. Dia biarkan saja dengan alasan pelampiasan. Kini matanya mengarah pada wanita urban yang sedang tertawa riang di depannya. Rambut hitam panjang, fashion kekinian, kulit putih mulus, nongkrong di depan cafe mahal dengan lelaki tampan bergaya british. Sempurna. Tuh cewe emang tanpa cacat. Gue? Butiran debu pun terlalu bagus . Pura kembali melanjutkan langkahnya. Skinny jeans dan kaos lusuh dengan ransel yang bertengger di punggung jadi identitas sosial nya hari ini. Sepatu kets bolong nya kini menggiring dia ke depan Gedung Pencakar Langit di ibukota. Puluhan wanita berjas rapi bersiap pulang menuju ...
“Your value as a woman is not measured by the size of your waist or the number of men who like you. Your worth as a human being is measured on a higher scale: a scale of righteousness and piety. And your purpose in life–despite what the fashion magazines say–is something more sublime than just looking good for men.” -Yasmin Mogahed