Skip to main content

Posts

ASPIRASI INTELEKTUAL

Tema : Mahasiswa pun mampu beropini di Koran Lomba Blog Competition STAN Mailidawati Mala Politeknik Negeri Bandung ASPIRASI INTELEKTUAL “Aku lebih suka menghadapi seribu tentara daripada satu orang penulis” Napoleon Bonaparte Sebagai mahasiswa , kita sudah sepatutnya ikut andil dalam pembangunan nasional. Karena mahasiswa adalah salah satu agen perubahan. Banyak cara untuk melakukan perubahan tersebut. Salah satunya adalah memberikan aspirasi. Menyampaikan aspirasi tidak harus selalu dengan cara yang anarkis. Penyampaian dengan cara diplomatis lebih terkesan intelektual. Sudah bukan zaman nya lagi menyampaikan inspirasi dengan otot. Tapi dengan otak. Marilah membuat sebuah tulisan yang dapat mengobarkan semangat pembaca nya untuk menciptakan sebuah perlawanan ataupun perubahan. Sebuah tulisan yang baik dapat dengan mudah mempengaruhi ratusan, ribuan, hingga jutaan pikiran. Tulisan merupakan salah satu bentuk komunikasi persuasif. Komunikasi persuasif adalah komunik...

Writing

There's nothing to writing. All you do is sit down at a typewriter and open a vein. Walter Wellesley

Man in the Mirror

Man in the Mirror - MJ I’m Gonna Make A Change, For Once In My Life It’s Gonna Feel Real Good, Gonna Make A Difference Gonna Make It Right . . . If You Wanna Make The World A Better Place Take A Look At Yourself, And Then Make That Change Perubahan itu berasal dari dalam diri. Seorang Presiden tidak akan menjadi presiden jika dulunya dia hanya berdiam diri di kamar, mengeluh, dan tidak bergerak. Apa guna nya memiliki mimpi besar jika tidak di wujudkan. Apa gunanya menjadi penulis namun tidak ada pembaca, apa gunanya mejadi dokter tanpa ada pasien, apa gunanya kaya raya namun tak memiliki keluarga? Useless. Kita memiliki tanggung jawab atas segala mimpi yang ingin kita raih. Tanggung jawab untuk merealisasikan nya atau mengkandaskan nya. Sebenarnya kita sudah bisa mengira-ngira bagaimana kehidupan kita di masa depan.Dengan cara melihat apa yang kita lakukan hari ini. Jika kamu merasa waktu mu di habiskan dengan hal-hal yang tidak berguna, maka berhati-hati lah, hidup m...

Nostalgia Setia

Mariam berjalan diantara genangan air setelah hujan turun. Capung-capung beterbangan pertanda nostalgia nya segera di mulai. Hari ini di masa lalu, mariam masih mengenakan seragam putih abu-abu. Dia lihat sekeliling nya. Memutarkan badan 360 derajat sambil mengamati setiap perubahan yang tampak di depan nya. Sudah cukup lama dia meninggalkan tempat ini,pikirnya. Setiap hal yang dia lihat disini mengingatkan nya pada memori di masa lalu. Kelas itu, lapangan itu, kantin itu, gudang itu, semua nya. Seakan-akan menjadi sebuah film documenter yang terputar kembali di pikiran nya. Film yang dimana dia lah aktor utama nya. Tak jarang mariam tersenyum sendiri jika mengingat masa remaja yang dia habiskan disini. Mariam pun merebahkan diri di kursi panjang dekat lapangan. Menikmati nostalgia nya sendirian. Sendirian? Ternyata tidak . Dari kejauhan terlihat Burhan melangkah semakin dekat hingga akhirnya tak ada jarak antara dirinya dan Mari...

Kompetisi

Di semua lini kehidupan pasti ada yang namanya kompetisi. Sejak masih di dalam kandungan kita pun sudah berkompetisi dengan jutaan sel telur dan sel sperma lainnya. Jadi, kita memang di lahirkan dan di takdirkan untuk selalu berkompetisi. Kalian tau kenapa orang yang menyukai olahraga memiliki sifat sportifitas yang lebih tinggi? Karena mereka dibiasakan dengan mindset dimana juara hanya ada satu. Mereka selalu berkompetisi mencapai juara. Berkompetisi itu baik untuk mengurangi sifat individualis.Mengajarkan kita bersikap menerima kekalahan dan menghargai kemenangan. Kenapa harus takut dengan kompetisi? Kompetisi menjadikan diri kita pribadi yang memiliki kualitas lebih baik. Coba bayangkan, apa jadinya pemerintahan tanpa oposisi? Tidak akan ada pihak yang memberi kritik, tidak akan ada pihak yang “menyentil”, dan tidak akan ada pihak yang bisa memberikan lampu peringatan. Oposisi juga bisa mencegah terjadinya monopoli suatu pemerintahan. Munculnya pesaing menumbuhkan jiwa ...